The Last Remmant mengisahkan tokoh cerita bernama Rush Sykes yang mencari adiknya Irina yang diculik penjahat. Secara tak sengaja, Rush terlibat konflik antara 2 kubu yang berusaha untuk menguasai artifak bernama Remnant.

Ada berbagai ras dalam game ini, yaitu Ras Qsitis yang berbentuk manusia kadal, Ras Mitras yang merupakan manusia, Ras Yamas berbentuk manusia ikan. Peta dunia game ini sangat luas. Namun kita tidakperlu menjelajahinya satu per satu, karena tinggal memilih lokasi yang diinginkan.

Dalam bertarung ada dua variasi, yaitu manual dan otomatis. Mode manual kita dapat mengatur strategi untuk menyerang, bertahan, menggunakan ability dan skill, serta HP karakter. Mode otomatis, kita menyerahkan control bertarung pada computer.

Kita dapat mengendalikan 5 pasukan ketika bertarung. Selama pertarungan gamer diharuskan memencet tombol perintah yang muncul. Jika nilainya sempurna, kita dapat melakukan serangan balik, menghindari serangan, atau member daya rusak pada musuh.

Setiap memenangkan pertandingan kita akan mendapat Loot yang berfungsi untuk mengupgrade persenjataan karakter. Level akan mengalami kenaikan sesuai performa kita.

Game ini menggunakan grafik engine Unreal Engine 3. Karakter terlihat sangat real berikut mimic muka serta efek rambut melambai kena angin.

Secara umum kualitas game ini sudah bagus, dengan alur cerita yang menarik dan tidak membosankan, tampilan visual yang menawan, serta sistem pertarungan yang menantang untuk dicoba.

Screenshot:

Minimum Sistem Requirements:

Windows XP SP 2/Windows Vista SP 1

Intel Dual Core ( 2GHz) / AMD Athlon X2 ( 2 GHz)

1.5 GB Ram

NVIDIA GeForce 8600 256 Mb/ATI Radeon 2600 256 Mb

15 GB Hard Disk Space

READ MORE - The Last Remmant


Siapa yang tidak mengenal tumbuhan merambat ini? Tumbuhan yang termasuk golongsan sayur dan buah ini seringkali diabaikan. Hanya segelintir orang saja yang menyukainya. Hal ini dikarenakan rasanya yang pahit, meskipun sudah dicoba hilangkan dengan cara diremas dengan garam.

Meskipun rasanya pahit, ternyata pare ini mampu mengobati diabetes. Tentu saja penyakit diabetes yang masih dalam taraf ringan, dan si penderita belum tergantung dengan suntikan insulin. Momordisin, sejenis glukosida yangterkandung dalam pare mampu menurunkan kadar gula dalam darah dan membantu pankreas menghasilkan insulin.

Selain itu, pare juga mengandung betakaroten dua kali lebih besar dari brokoli. Sehingga mampu mencegah timbulnya penyakit kanker dan mengurangi resiko terkena serangan jantung ataupun terinfeksi virus.

Di beberapa negara terutama Jepang, Korea dan Cina, pare dimanfaatkan untuk pengobatan. Pare yang muda digunakan sebagai obat diabetes, gangguan pencernaan, minuman penambah semangat, obat pencahar dan perangsang muntah. Bahkan pare telah diekstrak dan dikemas dalam kapsul sebagai obat herbal kencing manis.

Pare banyak sekali jenisnya, mulai dari pare putih atau pare Bodas, pare hijau atau pare kodok, dan juga pare ular atau pare belut. Untuk jenis pare putih ini, rasanya cenderung tidak terlalu pahit jika dibandingkan dengan pare hijau lainnya. Namun ketiga jenis pare ini tetap memiliki khasiat yang serupa.

Pare tak hanya enak ditumis atau untuk campuran siomay. Di Cina pare diolah dengan tausi, tauco, daging sapi dan cabai sehingga rasanya makin enak. Atau pare diisi dengan adonan daging dan tofu. Di Jepang pare jadi primadona makanan sehat karena diolah menjadi sup, tempura atau asinan sayuran. Nah, kalau sudah tahu manfaat pare demikian besar masihkah Anda menghindarinya?

READ MORE - Pare Putih Obat Diabetes


Istilah "bocor ginjal" sebenarnya tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Mengacu pada kelainan fisik korban berupa perut yang membesar, kondisi ini disebut dengan sindrom nefrotik. "Istilah bocor ginjal itu tidak ada, mungkin itu diberikan oleh dokter yang mendiagnosisnya untuk memudahkan pemahaman.

Sindrom nefrotik bukanlah suatu penyakit. Sindrom ini merupakan suatu kumpulan tanda dan gejala yang sering menyertai berbagai penyakit yang memengaruhi fungsi penyaringan glomerulus ginjal.

Menurut dr Parlin, ada dua penyebab sindrom nefrotik, yakni penyebab primer berupa faktor imunologi dan penyebab sekunder yakni yang terjadi karena diabetes, malaria, atau obat-obatan. "Tanda yang khas dari penyakit ini adalah protein banyak keluar lewat urine sehingga protein dalam darah berkurang. Akibatnya, perut menjadi bengkak, seperti busung lapar," papar ahli ginjal dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM.

Sindrom nefrotik bisa mengenai orang dewasa atau anak-anak. Pada anak-anak, gejala ini biasanya terjadi pada usia 3-4 tahun. Sebagian besar anak-anak ini menderita bentuk sindrom nefrotik yang disebut minimal change disease, penyakit dengan perubahan minimal.

Untuk mendiagnosis penyakit ini perlu pemeriksaan darah dan urine. Jika ternyata kadar protein dalam urine tinggi, maka dokter akan menyarankan biopsi (pengambilan sampel kecil jaringan ginjal) untuk memastikan adanya penyebab khusus dan membuat rencana perawatan yang tepat. Namun, biopsi ginjal jarang diperlukan untuk anak-anak.

READ MORE - Sebenarnya, penyakit apakah "bocor ginjal" itu?


Pertanyaan mengenai sejauh manakah kegiatan masturbasi tergolong normal, merupakan salah satu topik yang paling sering diperbincangkan. Pakar seks terkemuka Dr Boyke Dian Nugraha Sp.OG, MARS, menyatakan masturbasi merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan seksual seseorang. Tidak ada batas-batasan khusus bahwa masturbasi kelewat sering bisa menimbulkan efek negatif.

"Dari segi medis, masturbasi atau onani itu sesuatu yang lumrah dan wajar. Tidak ada dampak medisnya, dari penelitian juga tidak ada yang menyebutkan bahwa masturbasi itu buruk," kata Dr Boyke saat meluncurkan buku terbarunya dan menggelar talkshow bertema "It's All About Seks", di toko buku Gramedia, Matraman, Jakarta Timur, Minggu (18/4/2010).

Namun demikian, Dr Boyke mengatakan, dirinya tetap sering dihujani pertanyaan oleh para pasien seberapa sering kegiatan masturbasi tergolong masih aman dan normal. Mengenai hal ini, Dr Boyke menjawan diplomatis. Ia menyebutkan masturbasi baik dan normal dilakukan jika dilakukan tanpa diliputi perasaan berdosa. Seringkali, kata Boyke, dampak negatif dari masturbasi timbul karena seseorang merasa ada dosa yang diperbuatnya dengan melakukan masturbasi.

"Nah, masalah psikologis seperti ini yang bisa memberikan permasalahan. Ada masalah psikologis di sini," kata dia.
Untuk itu, bagi yang bertanya-tanya seberapa sering masturbasi dikatakan normal dan aman, Dr Boyke menyebutkan, secukupnya masturbasi bisa dilakukan dua kali dalam seminggu. Frekuensi tersebut, kata Boyke sudah mencukupi dan normal memenuhi hasrat seksual seseorang.

Dokter Boyke juga menjelaskan, masturbasi tidak melulu dikategorikan sebagai perbuatan seks menyimpang. Malah, masturbasi bisa menjadi solusi dan alternatif dari permasalahan seks seseorang. "Misalnya seorang suami yang berdinas di luar kota terpisah dengan istrinya. Sebagai solusi dia lebih baik melakukan masturbasi," katanya.

Dikutip dari: KOMPAS.com -19 April 2010
READ MORE - Masturbasi, Cukup Dua Kali Seminggu

Cari Blog Ini

Followers